Tejakula, Buleleng – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) resmi mengawali pelaksanaan Program SEGARAKANTI (Pemberdayaan Istri Nelayan melalui Pengolahan Hasil Laut Bernilai Tambah Berbasis Ekonomi Sirkular) melalui kegiatan Sosialisasi Program dan Legalisasi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok nelayan, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi hasil laut melalui pemberdayaan perempuan pesisir. Acara dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Undiksha mewakili Dekan, Ketua Jurusan Manajemen, Dosen Pendamping Ormawa, Kepala Desa Tejakula beserta perangkat desa, Ketua BPD Desa Tejakula, tokoh masyarakat, Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kelompok nelayan, serta kader Posyandu Desa Tejakula.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Undiksha mengapresiasi semangat kolaborasi yang terjalin antara HMJ Manajemen, Pemerintah Desa Tejakula, serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Program PPK Ormawa. Menurutnya, keberhasilan Tim PPK Ormawa HMJ Manajemen hingga mampu berkompetisi di tingkat nasional tidak terlepas dari dukungan, sinergi, dan komitmen seluruh pihak. Beliau berharap kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga Program PPK Ormawa tidak hanya menjadi sarana implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa Tejakula juga menyampaikan dukungannya terhadap Program SEGARAKANTI yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mengembangkan sektor perikanan, memberdayakan perempuan pesisir, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Tim PPK Ormawa memaparkan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, mulai dari pelatihan pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah, penguatan manajemen usaha, branding, pemasaran digital, hingga pemanfaatan limbah hasil perikanan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Program ini disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan bersama pemerintah desa dan kelompok nelayan yang menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar, sementara limbah tulang ikan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan masyarakat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan legalisasi Poklahsar yang akan menjadi mitra utama pelaksanaan program. Melalui kelompok ini, para istri nelayan akan memperoleh pendampingan dalam pengolahan produk, manajemen usaha, pengemasan, pemasaran digital, hingga pengembangan jaringan pemasaran.
Selain berfokus pada peningkatan ekonomi keluarga nelayan, Program SEGARAKANTI juga mengintegrasikan edukasi gizi berbasis ikan bersama kader Posyandu melalui pemanfaatan produk olahan ikan sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta edukasi pentingnya konsumsi protein ikan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok nelayan, Poklahsar, kader Posyandu, penyuluh perikanan, dan masyarakat, Program SEGARAKANTI diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta mendorong terwujudnya Desa Tejakula sebagai desa pesisir yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.











