Singaraja, 5 Juni 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha melaksanakan Pelatihan Business Case Inkubator Prestasi Mahasiswa Tahun 2026 yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para peserta Inkubator Prestasi Mahasiswa dalam mengikuti perlombaan Business Case kedepannya. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta Inkubator Prestasi Mahasiswa 2026 serta Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Masa Bakti 2026/2027.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh narasumber, Bapak Dr. Putu Sukma Kurniawan, S.T., M.A., yang membahas mengenai Business Case. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan bagaimana melakukan analisis terhadap permasalahan bisnis berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi oleh perusahaan. Selain itu, beliau juga memaparkan tahapan-tahapan dalam penyusunan Business Case yang sistematis dan komprehensif.
Materi selanjutnya membahas analisis PESTEL, yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi bisnis, meliputi faktor politik (Political), ekonomi (Economic), sosial (Social), teknologi (Technological), lingkungan (Environmental), dan hukum (Legal). Narasumber juga menjelaskan analisis Porter’s Five Forces, sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk menganalisis tingkat persaingan dalam suatu industri serta memahami posisi kompetitif perusahaan di pasar. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai analisis SWOT, yang berfokus pada identifikasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) sebagai dasar dalam merancang strategi dan perencanaan bisnis yang lebih efektif.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pandangan, serta mendiskusikan berbagai studi kasus yang relevan dengan materi yang telah dipaparkan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi berlangsung.
Pada akhir kegiatan, Bapak Dr. Putu Sukma Kurniawan, S.T., M.A. menegaskan bahwa penyusunan Business Case yang baik memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi perusahaan serta lingkungan bisnis yang dihadapinya. Oleh karena itu, penggunaan metode analisis seperti PESTEL, Porter’s Five Forces, dan SWOT menjadi sangat penting untuk menghasilkan Business Case yang terstruktur, objektif, dan berbasis data. Melalui pemahaman dan penerapan metode-metode tersebut, diharapkan mahasiswa mampu menyusun Business Case yang berkualitas serta sesuai dengan standar dan kebutuhan dalam berbagai kompetisi Business Case.










